Selasa, 02 Oktober 2012

Teori Terbentuknya Tata Surya

-->
Ada dua teori yang mengemukakan ternetuknya tata surya, yaitu:
  1. Golongan Pertama, berpendapat bahwa tata surya berasal dari kabut asap (Nebula). Golongan ini didukung oleh teori kabut (Immanuel Kant dan Peire Simon de Laplace), dan teori planetesimal (Chamberlin dan Moulton).
  2. Golongan Kedua, berpendapatan bahwa tata surya berasal dari materi matahari. Golongan ini didukung oleh teori pasang surut (Buffon), dan teori awan debu (Carl Von Weizsaeckker).

Berikut ini adalah teori-teori terbentuknya Tata Surya.
1. Teori Kabut Asap (NEBULA)
  • Dikemukakan oleh Emmanuel Swedenborg pada tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775 dan Piere Marquis Laplace pada tahun 1796.
Tata surya terbentuk melalui tiga tahapan:
1.      Pada mulanya matahari dan planet masih berbentuk kabut yang sangat pekat dan besar.
2.      Kabut tersebut berputar dan berpilin dgn kuat sehingga terjadi emadatan dipusat lingkaran yg selanjutnya membentuk matahari. Pada saat bersamaan tebntuk juga materi lain dgn massa yg lebih kecil dari matahari yg disebut planet dan bergerak mengelilingi matahari.
3.      Materi tesebut terus tumbuh besar dan melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari yg berada dalam suatu satu orbit dan membentuk susunan yg disebut tata surya.

2. Teori Planetesimal
·         Dikemukakan oleh Thomas C.Chamberlin dan Forest R.Moulton pada tahun 1900. Berikut penjelasan tentang teori tersebut:
1.      Tata surya terbentuk dari kabut pilin. Kabut pilin tersebut terdiri atas butiran material padat yg disebut planetesimal yg mempunyai orbit bebas sehingga terjadi tumpukan. Akibat tumpukan yg berulang dan adanya gravitasi, maka terjadi penumpukaan sehingga menjadi gumpalan lebih besar.
2.      Gumpalan terbesar berada dipuat kabut pilin (matahari) sedangkan yg lebih kecil menjadi planet-planet yg mengelilingi matahari.

3. Teori Pasang Surut
·         Dikemukakan oleh Sir James dan Harold Jeffreys pada tahun 1919.
1.      Ada sebuah bintang besar yg mendekati matahari. Bintang besar tersebut menimblukan kekuatan yg dapat menarik dan melepaskan sebagian massa matahari yg kemudian berputar, selanjutnya perlahan mendingin menjadi planet dan satelit.

4. Teori Awan Debu
·         Dikemukakan oleh Carl Von Weizsaeckker pada tahun 1940, kemudian disempurnakan oleh Gerrard P.Kuioer pada tahun 1950.
1.      Matahari dan planet berasal dari kabut gas yg tersebar tipis-tipis diangkasa dalam jumlah yg banyak.
2.      Karena adanya gaya antarmolekul dalam kabut gas, kabut gas berubah menjadi gumpalan padat. Keadaan tersebut disebabkan oleh gerak gas yg berputar tidak beraturan didalam kumpulan kabut yg secara perlahan gerak tersebut berubah menjadi gerakan memipihkan dan memadatkan kabut. Salah satu gumpalan mengalami pemadatan sitengah (Matahari), sedangkan gumpalan kecil hilang dilingkungan sekitar.

5. Teori Bintang Kembar
·         Dikemukakan oleh R.A.Lyttlen pada tahun 1930.
1.      Matahari itu dulu diduga memiliki sebuah bintang sebagai kembarannya yg kemudian meledak sehingga mengakibatkan terlemparnya sejumlah partikel. Partikel yg terlempar tersebut kemudian mendingin membentuk planet dan satelit yg mengelilingi matahari.


ANGGOTA TATA SURYA
  1. Planet
Berdasarkan jarak terhadap matahari diklafisikasikan sebagai  berikut:
- Planet Dalam, Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
- Planet Luar, Yupiter, SAturnus, Uranus, dan Neptunus.

1.Merkurius
·         Berevolusi selama 88 hari.
·         Tidak mempunyai satelit alami serta atmosfer.
·         Suhu permukaan antara -180°C sampai 430°C.
·         Diameter 40% lebih kecil daripada bumi(4879,4 km)
·         Terdiri dari 70% logam dan 30% silikat.

2. Venus
Keadaan permukaan planet ini sebagian besar berupa dataran rendah dan lereng dan hanya sebagian kecil yg berupa dataran tinggi menyerupai benua di Bumi.
·         Berevolusi selama 225 hari.
·         Atmosfer mengandung 97% karbondioksida dan 3% nitrogen.
·         Temperatur permukaan planet ini mencapai 460°C.

3. Bumi
  • Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun.
  • Jarak bumi dgn matahari adalah 149,6 juta km.
  • Massa bumi 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta km².
  • Diameter sepanjang 12.756 km.
  • 70,8% permukaan Bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida dan gas lain.

4. Mars
Permukaan planet mars terdiri atas dua daerah, yaitu dataran tinggi yg penuh dgn kawah yg di selatan dan daerah yg penuh sgn gunung api yg sudah padam di bagian utara.
·         Beratmosfer tipis yg kandungan utamanya karbondioksida.
·         Mempunyai dua satelit (Deimos dan Phobos).
5. Yupiter
Planet ini tersusun atas hidrogen dan helium cair. Yupiter memiliki sebuah daerah kumpulan awan badai berwarna merah berbentuk oval dan sangat besar.
·         Jarak antara Yupiter dgn Matahari sekitar 778,3 juta km.
·         Diameter sekitar 14.980 km.
·         Memiliki massa 318 kali massa bumi.
·         Periode rotasi sekitar 9,8 jam.
·         Periode revolusi sekitar 11,86 tahun.
·         Atmosfer mengandung hidrogen, helium, metana, dan ammonia.
·         Suhu berkisar dari -140°C sampai 21°C.
·         Memiliki 16 satelit, diantaranya lo, Europa, Ganymede, Callisto.

6. Saturnus
Dengan cincin yg menjulur sekitar 6.630 km hingga 120.700 km atas khatulistiwa Saturnus, dan terdiri daripada bebatuan silikon oksida, oksida besi, dan partikel es dan batu.
·         Berevolusi dalam waktu 29,46 tahun.
·         Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus.
·         Berotasi sekitar 10 jam 14 menit.
·         Atmosfer tersusun atas gas amonia dan metana.
·         Sejak 2006 memiliki 56 satelit alami, diantaranya adalah Enceladus, Tethys, Dioe, Rhea, Titan, dan Lapetus.

7. Uranus
Merupakan planet yg bagian-bagian berupa es dan batuan serta sedikit helium dan hidrogen. Uranus memiliki atmosfer yg jika dilihat dari bumi tampak berwarna biru kehijauan, berasal dari gas metana dan hidrogen yg mendominasi. Uranus memiliki 18 satelit.

8. Neptunus
Planet ini tampak berwarna biru kehijauan apabila dilihat dari bumi, warna tersebut berasal dari pancaran gas metana pada atmosfernya. Memiliki 8 satelit.


  1. ANGGOTA TATA SURYA SELAIN PLANET

1. Asteroid

Planet-planet kecil yg berada diantara lintasan planet mars dan yupiter yg jumlahnya hingga puluhan ribu. Seperti halnya planet besar, asteroid juga beredar mengelilingi matahari.

2. Satelit

Satelit adalah benda ruang angkasa yg mengelilingi sebuah planet akibat adanya gaya tarik planet tersebut.
Satelit tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yg berasal dari Matahari. Contohnya adalah Titan (Saturnus).


3. Meteroid

Merupakan benda angkasa berukuran kecil dan sangat padat yg berada disekitar planet. Jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi yg tampak oleh manusia disebut meteor, sedangkan sisa-sisa meteor yg jatuh sampai ke permukaan bumi disebut meteorit.

4. Komet

   Merupakan benda angkasa yg terbentuk dari debu, es, dan gas yg menggumpal. Komet juga beredar mengelilingi matahari dgn lintasan terbentuk lonjong.
Komet memiliki ekor yg terang saat mendekati Matahari, dan posisi ekor komet selalu menjauhi Matahari.




TEORI PEMBENTUKAN BUMI

A. Pelopor Teori Pembentukan Bumi
  1. Sir Francis Bacon
Merupakan orang yg memperhatikan keanehan benua Afrika dan Amerika Selatan. Kedua benua ini seakan dibelah dan jika keduanya digabungkan akan menyatu.

2.   Alfred Lothar Wegener
       Adalah orang yg mengungkapkan teori tentang pergerakan benua (Continental Drift). Alfred Lothar Wegener menyatakan semua benua itu berasal dari satu massa daratan raksasa yg bernama Pangaea. Akibat berbagai kekuatan dari dalam bumi telah memecahkannya menjadi pecahan-pecahan yg mirip mainan puzzle yg memncar ke kedudukannya seperti sekarang, dan bentuk puzzle benua it uterus bergerak.

3.   Rene Descartes (Teori Kontraksi)
Menurut teori kontraksi, bumi kita susut dan mengerut karena pendinginan, sehingga terjadilah lembah-lembah.

4.   Edward Suess
      Menurut Suess, adanya persamaan formasi geologi yg terdapat di Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika, disebabkam oleh bersatunya dartan. Daratan-daratan yg menyatu itu disebut Gondwana. Benua tersebut sekarang tinggal sisa-sisa karena bagian lain sudah tertelan laut.

5.   James Dava
      Menurut James Dava bahwa pemandangan alam dibentuk oleh proses pelapukan dan erosi.


B. Teori-Teori Pembentukan Bumi
1. Teori Apungan Benua (Alfred Lothar Wegener)
·         Pada awalnya hanya satu benua yg disebut Pangea dan satu samudera yg disebut PAnthalasea, kemudian Panthalasea terpisah menjadi dua, yaitu Samudera Pasifik dan Laut Tethys. Lau Tethys kemudian menjadi laut Mediterania dan membentuk teluk besar yg memisahkan Afrika dan Eurasia.
·         Pada zaman Trias Akhir, Lurasia memisahkan diri dari Gondwana. Gondwana memecah bentuk, India kea rah timur laut, Afrika dan Amerika Selatan ke arah barat.
·         Pada periode yura, mulai terbentuk, Samudera Atlantik Utara dan India, Samudera Atlantik Selatan berupa celah, dan Pembentukan Plato dekan.
·         Pada periode kapur akhir, Samudera Atlantik Selatan meluas, terdapat celah yg memisahkan Madagaskar dan Afrika, Australia masih bergandengan dgn Antartika.
·         Pada periode kenozoik, India telah menempel di Asia, Australia telah terpisah dari Antartika oleh celah Atlantik Utara yg akhirnya masuk ke dalam Samudera Arktik, Laurasia terpecah menjadi Amerika Utara dan Eurasia.

2. Teori Lempeng Tektonik
Dikemukakan oleh Mc. Kenzie dan Robert Parker. Menurut teori ini, akibat adanya aliran panas yg mengalir di astenosfer menyebabkan kerak bumi pecah menjadi bagian lebih kecil sehingga terjadinya peristiwa geologi.
·         Pergerakan lempeng tektonik dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.      Saling mendekat (terbentuknya palung laut).
2.      Saling menjauh (terjadinya pelebaran dasar samudera).
3.      Saling melewati.


C. Jenis-Jenis Lempeng Tektonik
            Lempeng tektonik terdiri dari dua jenis lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Mayor, dan Lempeng Minor.

                     Lempeng Mayor                                     Lempeng Minor
Eurasia
Philipina
Amerika Utara
Juan de Fuka
Amerika Selatan
Karibia
Afrika
Kokos
Indo-Australi
Nazka
Pasifik
Skotia
Antartika
Arabia


0 komentar:

Posting Komentar

 
;